Laman

Friday, June 24, 2011

PERBEDAAN MOTOR TIPE CROSS (SE) DAN ENDURO


Ada banyak pertanyaan bagaimana kalau motor tipe cross (di Indonesia sering disebut SE alias special engine) dipakai untuk offroad atau enduro? Sebelumnya perlu dipahami dulu perbedaan antara motor tipe cross/MX dengan enduro. Motor MX itu biasa dipakai untuk kompetisi motocross dan supercross. Motor disetting dengan akselerasi ganas dan untuk meloncat bahkan terbang melibas gundukan tanah. Karena hanya dipakai untuk kompetisi maka motor MX itu tidak dilengkapi dengan lampu, sein dan standar samping (jagrak).
Motor tipe MX terlihat simple dan ramping, tidak terlalu banyak aksesorisnya. Motor MX alias SE (padahal sebetulnya salah kaprah menyebut motor cross dengan istilah SE karena motor enduropun mesinnya sudah Special Engine, bukan mesin biasa) itu misalnya Yamaha YZF 250, KTM 250 SXF, Honda CRF 250R, Suzuki RMZ 250, Kawasaki KXF 250, Honda CR 150R, Husqvarna TC 250, dll.
Sedangkan motor enduro itu dirancang untuk di medan offfroad yang panjang. Kalau di USA dan Eropa juga dipakai untuk kompetisi enduro. Bedanya dengan tipe MX, untuk motor tipe enduro itu sudah dilengkapi dengan lampu sehingga aman kalau harus kemalaman di hutan. Selain itu motor tipe enduro juga kebanyakan dilengkapi dengan electric starter, standart samping dan suspensi yang lebih empuk dibanding tipe MX. Tenaga motor memang tidak seganas tipe MX, cenderung lebih smooth, namu justru ini yang membuat pengendara tidak cepat capek. Maklum offroad itu seringkali lebih dari 6 jam, bahkan berhari-hari, sedangkan kompetisi cross hanya beberapa jam saja.
Contoh motor tipe enduro itu adalah KTM 250/450 EXCF, Honda CRF 250X, Yamaha WRF 250, Husqvarna TE 250, Husaberg FE 450, dll. Karena penuh dengan piranti tambahan, maka motor tipe enduro itu bobotnya lebih berat dibanding motor tipe cross.
Jadi perbedaan motor tipe MX dan enduro itu adalah:
MOTOR TIPE CROSS/MX:
- Tenaga motor lebih ganas
- Suspensi lebih keras
- Tidak pakai standar samping (jagrak)
- Bobot motor lebih ringan
- Tidak bisa dipakai untuk jalanan, karena tidak ada suratnya, hanya untuk kompetisi
- Kebanyakan tidak dilengkapi dengan electric starter, hanya mengandalkan engkol kaki.
MOTOR TIPE ENDURO:
- Suspensi lebih empuk
- Tenaga motor kebanyakan lebih smooth
- Dilengkapi dengan lampu, sein, standar samping dan juga bisa untuk jalanan (bisa dilengkapi dengan surat)
- Dilengkapi dengan electric starter
Bisakah Motor Tipe Cross Dipakai Offroad?
Meskipun sudah ada motor tipe enduro yang mumpuni untuk melibas medan offroad, namun banyak juga orang yang memakai motor tipe cross untuk offroad. Di beberapa kejuaraan offroad atau enduro dunia, banyak juga top riders yang memakai motor tipe MX, sebut saja David Knight pernah berjaya dengan Kawasaki KXF 450 juga Strang dengan Suzuki RMZ 450.
Mereka memilih motor tipe cross untuk offroad karena pertimbangan bobot motor yang lebih ringan dan power motor lebih mantap. Cuma tentu saja akan lebih menguras energi, tetapi di tangan pengendara yang tepat, motor tipe cross akan menjadi monster di medan offfroad.
Di tim CHEELA juga ada beberapa orang yang memakai motor tipe cross untuk offroad. Motor tipe cross yang biasa kami pakai untuk offroad adalah KXF 250, CRF 250R dan juga KTM SXF 250. Sejauh ini tidak ada masalah memakai motor MX untuk offfroad, tentunya sebelumnya pengendaranya harus adaptasi dulu dengan karakter motornya yang memang dari pabrikannya dirancang untuk kompetisi.
Memakai motor tipe cross untuk offroad perlu ada setting ulang, antara lain suspensi depan dibuat lebih empuk dengan mengurangi volume oli dan mengganti kekentalan oli dengan yang lebih encer. Atau kalau ada dana lebih, per suspensi diganti dengan per tipe enduro. Gir belakang juga dikecilkan 2 atau 3 mata, untuk mengurangi ganasnya akselerasi bawah dan menambah top speed. Dan yang terpenting adalah setelan klep harus pas, sehingga motor mudah dihidupkan, maklum kebanyakan motor tipe cross masih mengandalkan engkolan kaki untuk menghidupkan mesin.
Oli mesin yang dipakai juga harus kualitas bagus, karena ini akan membantu memudahkan untuk menghidupkan motor di situasi udara dingin. Kekentalan oli harus diperhatikan, lebih baik menggunakan oli mesin yang encer.
Kalau tidak mau repot membawa besi penyangga motor waktu diparkir, motor tipe cross bisa ditambahkan standar samping seperti halnya motor enduro. Ada banyak produk yang menjual standar samping untuk tipe cross. Pilih bahan yang dari alloy, sehingga bobotnya akan ringan dan kuat, jangan pakai besi.
Bagaimana dengan isu over heat? Gejala mesin motor panas berlebih atau disebut over heat bisa diatasi dengan memastikan radiator tidak bocor, air radiator selalu terisi penuh dan jangan teralu sering memakai setengah kopling. Mesin motor yang terawatt dan sehat juga akan menjamin motor tidak over heat. Kalau perlu ganti radiator dengan ukuran yang lebih besar.
Pengalaman kami memakai tiga motor tipe cross yang berbeda, Honda CRF 250R paling tangguh untuk dipakai offfroad. Mesin motor tidak pernah over heat dan tenaganya lebih mudah dikendalikan. Suspensi juga mudah disetting. Namun kalu bicara soal suspensi, KTM 250 SXF boleh dibilang terdepan karena terasa smooth dan masih enak untuk melibas gundukan tanah yang tinggi. Sedangkan KXF 250 menang di akselerasi yang terkenal ganas namun liar.
Kalau ingin motor tipe cross yang sudah ada electric starter-nya, maka sekarang sudah ada pilihannya yaitu KTM 350 SXF. Ini motor yang handlingnya seperti motor 250, namun tenaganya ganas seperti 450. Tangguh, ringan dan handling-nya enak. Ini motor yang dahsyat untuk cross ataupun offroad.
Peralihan Motor Enduro dan Cross
Bagi yang malas memakai motor tipe cross untuk offroad, namun ingin merasakan motor dengan karakter yang tidak terlalu jauh berbeda dengan motor MX, maka beberapa pabrikan mengeluarkan motor tipe cross country. Motor tipe cross country boleh dibilang motor yang spek-nya mendekati tipe cross tapi rasa enduro.
Motor tipe cross country itu dilengkapi dengan standar samping, sebagian sudah pakai electric starter dan juga bisa dipasang lampu. Seperti halnya motor tipe MX, motor tipe cross country juga tidak bisa dipakai di jalanan raya.
Kelebihan motor tipe cross country adalah suspensi sedikit lebih lembut dibanding tipe cross, tapi lebih keras dibanding tipe enduro. Suspensi motor tipe cross country ini terasa lebih mantap bagi penggemar speed offroad. Akselerasi dan tenaga motor juga diatas tipe enduro. Gigi juga terasa lebih pendek dibanding tipe enduro, sehingga tenaga bawahnya juga lebih dahsyat. Namun top speed motor tipe cross country itu kebanyakan lebih rendah dibanding tipe enduro.
Motor tipe cross country kebanyakan dikeluarkan oleh pabrikan Eropa seperti KTM, Husaberg dan Husqvarna. Maklum kejuaraan cross country memang lebih banyak di Eropa dan Amerika, kalau di Asia masih terbilang jarang kalau tidak mau disebut tidak ada. Di barisan KTM untuk tipe cross itu disebut tipe XC, misalnya 200 XC, 250 XC atau 300 XC. Semuanya adalah pasukan 2 tak. Sedangkan di pabrikan Italy, Husqvarna, itu disebut TXC, contohnya TXC 250. Untuk Husaberg motor tipe cross country disebut FX.
Sekarang tergantung pilihan anda. Mau memakai motor tipe enduro, cross atau cross country. Sesuaikan dengan skill dan riding style anda. Simak juga tips memilih motor trail di link berikut: http://indo-dirtbike.blogspot.com/2010/11/memilih-motor-trail-yang-pas.html
(Sumber: CHEELA Motoadventure(http://indo-dirtbike.blogspot.com/))

TIPS MEMILIH BAN TRAIL UNTUK OFFROAD




Bagi penggila berat kegiatan offroad motor trail, fungsi ban sangatlah vital. Meskipun rider-nya handal dan motor super mantap, namun kalau tidak ditunjang dengan ban yang pas, tentunya juga akan menjadi siksaan tersendiri bagi pengendara. Apalagi kalau medan yang dilalui itu licin akibat diguyur hujan, maka yang terjadi adalah “gudubrak, gedubruk” alias sering mencium segarnya tanah!
Ban di motor trail itu ibarat sepatu bagi pendaki gunung. Sepatu yang pas akan membuat pendaki menjadi merasa nyaman, menghemat energi karena tidak sering selip atau terpeleset. Apalagi jika medan yang dilalui itu memang membutuhkan cengkeraman “sepatu” yang yahud. Jadi “sepatu” di motor trail itu sangat vital peranannya.
Di pasaran ada banyak beredar berbagai macam merek ban trail. Tipe yang ditawarkan oleh penjual juga beragam. Penggemar trail apalagi pemula, sering dibuat puyeng untuk menentukan pilihan ban mana yang cocok untuk dibeli. Yang bikin lebih puyeng lagi, memilih ban mana yang cocok dengan isi dompet, karena harga ban trail yang berkualitas itu rata-rata diatas Rp 500.000.
Seringkali ada pemula yang sudah terlanjur membeli ban trail namun ketika dipakai di medan offroad ternyata tidak sesuai dengan harapan. Roda motor masih sering selip dan tidak mencengkeram dengan baik di tanah. Akibatnya dia harus membeli lagi ban motor yang dirasa pas. Ini artinya pemborosan.
Ketika membeli ban jangan tergoda dengan tampang ban yang terlihat “sangar”, padahal ketika dipakai di medan offroad ternyata menjadi “mellow”. Akan lebih baik jika membeli ban yang sudah punya nama besar di dunia offroad misalnya Dunlpop, Kenda, Bridgestone, Maxis, Pirelli, Metzeler, dll. Memang harga ban merk-merk ternama itu harganya relatif lebih mahal, namun kita tidak akan rugi karena puas memakainya. Daripada beli harga yang lebih murah, namun nantinya akan kecewa dan akhirnya membeli lagi ban yang lebih bagus. Kalau sudah demikian, berarti kita akan keluar uang lebih besar lagi.
Persoalan lain adalah ban tipe apa yang pas untuk kita pakai offroad? Pada dasarnya tipe ban offroad itu dikelompokan dalam 3 kelompok yaitu tipe hard, intermediate dan soft. Bagi yang punya uang banyak, mungkin tidak ada masalah menyimpan ban berbagai tipe dan tinggal memasangnya sesuai dengan medan offroad yang akan dilalui. Namun bagi yang dananya pas-pasan, tentunya akan puyeng jika harus membeli ban berbagai tipe itu. Terus tipe apa yang sebaiknya kita beli untuk offroad di semua medan?
Untuk menghemat uang, lebih baik membeli ban tipe intermediate. Tipe intermediate ini adalah tipe yang berada di tengah-tengah, antara hard dan soft. Ban tipe intermediate bisa dipakai di medan yang basah hingga keras, seperti bebatuan. Tipe intermediate juga cocok untuk dipakai di jalur tanah keras yang licin, sepertinya tanah padas yang banyak berada di gunung-gunung.
Berikut adalah beberapa ban tipe intermediate yang beredar di pasaran tanah air:
- Bridgestone tipe M403 dan M404
- Dunlop tipe Geomax MX51
- Kenda tipe Calrsbad dan Washougal
- Maxxis tipe Maxx Cross IT
- Pirelli tipe Scorpion MXMS 32 dan Scorpion XCMS
Kabar yang menggembirakan adalah produsen ban IRC Indonesia sudah memproduksi ban offroad yang berkualitas dengan harga miring. Memang hanya waktu yang akan membuktikan apakah ban tersebut berkualitas atau hanya “nomor satu” di iklan saja, maklum semua iklan itu pasti no 1. Selamat memilih ban yang pas untuk motor trail anda! (C001/Dirt Rider magazine)(http://indo-dirtbike.blogspot.com/).

ASBAK PORTABLE UNTUK PEROKOK DI MEDAN OFFROAD




Bagi “pengepul asap” alias perokok yang juga gemar offroad dengan motor sering kebingungan untuk membuang putung rokoknya. Ada sih yang tidak bingung, dengan cueknya langsung membuang putung rokoknya begitu saja di hutan. Kebiasaan membuang putung rokok sembarangan itu kini patut dienyahkan, pasalnya kebiasan buruk itu mempunyai dampak besar terhadap kelestarian alam.
Berbagai penelitian mengungkap bahwa gabus putung rokok itu membutuhkan waktu minimal 10 tahun untuk bisa hancur secara alami. Lama-lama tanah di hutan akan penuh dengan putung putung rokok kalau kita membuangnya sembarangan. Selain ini mengganggu keindahan, jelas itu juga tidak ramah lingkungan. Belum lagi jika di musim kemarau, membuang putung rokok sembarangan bisa memicu kebakaran hutan! Hii mengerikan kalau sampai kegiatan hobby yang seharusnya menyenangkan itu justru membuat “bencana” dengan merusak alam apalagi menyebabkan kebakaran hutan!
Di kegiatan otomotif, banyak perusahaan internasional yang menaruh perhatian besar terhadap masalah rokok ini. Banyak perusahaan internasional itu mensyaratkan atlet yang disponsori oleh perusahaan tersebut harus menghindari rokok. Oakley, produsen optic, salah satu produk andalannya adalah goggle untuk motocross itu juga membuat aturan ketat terhadap atlet yang disponsori-nya. Atlet yang dikontrak dilarang untuk merokok, jika ketahuan merokok maka bisa-bisa kontrak-nya diputus!
Bagaimana dengan penggemar offroad motor trail yang masih merokok namun tidak ingin merusak alam? Solusi sederhana namun susah pelaksanaanya adalah dengan tidak merokok pada waktu offroad. Namun yang sudah terbiasa menjadi “ahli hisap”, tentu tidaklah mudah menghilangkan kebiasaan tersebut. Patut dicontoh adalah kreasi beberapa anggota tim CHEELA yang juga masih giat menghisap rokok. Mereka pantang membuang putung rokok di hutan, dan sebagai konsekensinya mereka membawa “asbak portable”. Asbak tersebut adalah berupa kaleng bekas tempat rokok. Ada juga yang membuat dari bekas tempat rokok yang ada di bus pariwisata. Langkah sederhana juga dilakukan oleh Rinsang, salah satu anggota CHEELA, yang cukup menyimpan putung rokoknya di kantung plastik.
Menyimpan ptuung rokok dalam asbak portable seperti yang dilakukan tim CHEELA itu tidaklah sulit. Kita bisa memanfaatkan tempat apapun yang mudah dibawa dan ada tutupnya. Putung rokok yang sudah disimpan di asbak portable itu kemudian akan dibuang di tempat sampah ketika sampai di rumah, dan asbaknya bisa dipakai ulang. Hemm kalau saja semua perokok yang gemar petualangan dengan motor trail punya kepedulian terhadap alam, tentunya ini akan sangat luar biasa. Bukankah alam sudah memberikan kenikmatan bagi kita, para pengemar petualangan (termasuk dengan motor trail)? Kini saatnya kita membalas “kebaikan” alam itu yaitu dengan meminimalkan kerusakan alam.
sumber :(http://indo-dirtbike.blogspot.com/)

Offroad Trail Ramah lingkungan

Kegiatan off road adalah kegiatan petualangan yang menyenangkan karena bersentuhan langsung dengan alam. Alam yang indah dengan segala isinya seperti satwa liar menjadi daya tarik tersendiri bagi petualang alam bebas. Di negara-negara maju kegiatan off road (baik mobil maupun sepeda motor) ditekankan untuk turut serta menjaga kelestarian alam.

Jangan sampai kegiatan off road justru menimbulkan kerusakan alam atau menganggu keseimbangan ekosistem. Berikut ini adalah tips-tips ber-off road-ria dengan meminimalkan kerusakan atau gangguan terhadap alam;

Jangan buang sampah. Pastikan sebelum berangkat off road anda membawa kantong plastik untuk tempat sampah an organik (plastik, putung rokok, bungkus makanan, kaleng, tisu, dll). Ingat bahan-bahan dari plastik, logam dan gabus putung rokok sangat sulit didaur ulang oleh tanah secara alami. Butuhan ratusan tahun untuk menghancurkan plastik dan gabus secara alami.

Matikan api. Jika anda di hutan membuat api unggun, pastikan api telah mati dengan sempurna sebelum anda tinggalkan. Satu batang pohon bisa dibuat ribuan batang korek api, tetapi satu batang korek api bisa menghabiskan ribuan batang pohon dalam sekejab!

Jangan ganggu satwa liar. Hutan bukan hanya berisi pohon, namun juga aneka jenis satwa liar seperti burung dan bangsa monyet. Mereka telah bertahun-tahun hidup di hutan tersebut, jauh sebelum kita datang. Jangan berburu satwa, biarkan mereka berkembang dengan alami. Jika di tengah jalan yang akan anda lintasi ada satwa liar, beri kesempatan satwa tersebut lewat terlebih dahulu.

Bawa makanan yang cukup. Jika anda off road dalam waktu cukup lama pastikan anda membawa bahan makanan dengan cukup, sehingga anda tidak perlu “survival” dengan berburu satwa liar atau merusak alam secara berlebihan.

Bawa Kenangan. Jangan membawa tumbuhan atau satwa liar dari hutan, setelah off road cukup anda membawa kenangan indah, foto dan film.
Sumber :(http://indo-dirtbike.blogspot.com/)

Thursday, June 16, 2011

TIPS MEROMBAK SUPERMOTO DARI MOTOR LOKAL


Supermoto merupakan jenis motor yang saat ini mulai banyak digemari. Dengan penampilannya yg gagah dan mumpuni untuk diajak melibas kepadatan lalu-lintas jalan raya, serta cukup handal utk dipacu di medan off road ringan mjd daya tarik tersendiri bagi para penggemar motor.
Supermoto merupakan varian dari motor jenis trail, namun berbeda di sektor kaki2nya, terutama pada velg & ban. Velg supermoto umumnya berukuran diameter 17”, dg ukuran yg relatif lebar. Ban yg digunakan pun adalah ban dg karakter utk penggunaan lebih byk di track aspal. (Aspal 70%, tanah 30%).
Namun kenyataannya utk memiliki sebuah motor supermoto, saat ini relatif tdk mudah, krn msh jarang pabrikan yg membuat motor supermoto. Di Indonesia, hanya ada beberapa pabrikan yg membuat motor jenis supermoto, seperti Kawasaki dg Kawasaki D-Tracker nya, dan Minerva Sachs. Utk supermoto buit-up, seperti Suzuki DRZ 400 SM, KTM Supermoto, bisa didptkan lewat ATPM, tp harganya masih sangat mahal. Cara lain yg agak lebih mudah adalah dg membeli motor yg sdh jenis trail (Hyosung Bosowa RX-125, bikinan Korea, Monstrac, Kaisar, Viva, Beijing Cross, dll), kmd tinggal ganti velg & bannya mjd roda utk aspal.
Salah satu cara utk memiliki supermoto adalah dengan membangunnya (memodifikasi) dari motor lokal yg byk beredar di Indonesia, dimodifikasi sedemikian rupa, shg mjd sebuah motor supermoto. Motor yg akan diubah/dimodif mjd supermoto, bisa berasal dari motor trail, motor sport atau bahkan motor bebek.
Berikut ini akan dijelaskan bagaimana membangun supermoto yg baik. Langkah2 utk membangun sebuah supermoto adalah sebagai berikut.
1. Tentukan dahulu model supermoto yg ingin dibangun. Cara yg plg mudah adalah dengan meniru motor trail special engine (SE), krn coverbody SE byk tersedia di toko2 trailshops. Di pasaran byk tersedia coverbody SE, yaitu Honda CR atau CRF, Yamaha YZF, Suzuki RMZ, Kawasaki KXF, serta KTM, baik utk 80 cc (kecil) maupun 125/250cc (besar).
2. Tentukan ukuran/besar supermoto yg akan dibikin. Hal ini berkaitan dengan postur pengendaranya. Jika ridernya pny tinggi badan 165 ke bawah, sebaiknya bikin motor dg ukuran body seperti SE 85 cc (kecil). Bisa dg membeli KLX 150 yg dimodif kaki2nya saja. Tapi kalo ridernya tingginya 168 ke atas, lebih disarankan bikin supermoto ukuran besar, seukuran SE 125/250 cc.
3. Catat baik2 ukuran2 vital SE yg akan ditiru, seperti ukuran panjang wheel-base (jarak sumbu roda depan-belakang), tinggi ground clearance(jarak dari tanah ke bagian terbawah mesin), seat-hight (jarak dari tanah ke punggung jok), lebar sudut rake (sudut yg terbentuk antara kemiringan shock depan dg garis horisontal). Ukuran2 inilah yg akan kita aplikasikan ke motor yg akan kita bangun.


Di bawah ini adalah contoh ukuran2 vital motor2 SE :
JENIS SE W.BASE G. CLEARANCE S.HIGH RAKE
Honda CRF 250 58,2” 14,2” 38” 27,7 derajat.
Suzuki DRZ 400 146 cm 26 cm 89 cm 27,7 derajat.
KTM 450 SM 147,5 cm 30 cm 92 cm 27,7 derajat.
Kawasaki KXF 147 cm 29 cm 90 cm 27,7 derajat.
Yamaha YZF 147,3 cm 30 cm 89 cm 27,7 derajat.

Jika diperhatikan, ukuran2 antar SE ternyata tdk berbeda terlalu jauh selama masih dalam satu kelas.
4. Setelah ukuran2 vital SE yg ingin kita tiru tsb didpt, yg selanjutnya akan kita aplikasikan pd motor yg akan kita modif, selanjutnya kita tentukan jenis motor apa yg akan kita pake sbg basic.
5. Yg paling rumit sebetulnya adalah aplikasi btk & ukuran frame/chasis/rangka trail/SE ke frame motor lokal, krn perbedaan yg siginifikan antara frame motor lokal dg frame trail/SE. Motor lokal yg beredar di Indonesia sebagian besar adalah btk sport (lebih tepatnya commuter) dg sudut yg dibtk antara komsteer dg main tube jauh lbh lebar drpd frame trail. Ini yg sering diabaikan oleh para modifikator. Padahal pengaplikasian frame yg benar ini adalah kunci utama kesuksesan membangun sebuah motor supermoto/trail. Cara yg biasa ditempuh adalah dg mengcustom ulang framebawaan motor, memakai kombinasi frame SE dg frame bawaan motor, atau membuat total frame baru. Dilanjutkan dg pemasangan mesin dg pembuatan engine mounting yg sesuai.
6. Kemudian kita tentukan kaki2 yg akan kita pake. Usahakan pemilihan kaki2 ini jika dipasang tdk akan merubah ukuran2 vital tadi. Yg pertama tentukan dulu shockbreaker depan yg akan dipake. Sebagai gambaran, ukuran panjang shock depan utk SE 250 adalah 90-92 cm. USD Supermoto 85 cm. USD SE 85 cc 85 cm. Kmd tentukan rear shock & arm yg akan digunakan. Bisa arm limbah atau custom sendiri.
7. Setting roda2 yg akan digunakan, terutama ketepatan dlm memilih lebar velg & roda yg akan dipake pada roda belakang. Yg perlu diperhatikan adalah lebar arm, tromol yg dipake , yg kira2 pemasangannya tdk bergesekan dg bibir ban ataupun framenya.
8. Selanjutnya baru pembikinan subframe (rangka belakang), yg ukuran2 serta desainnya hrs sesuai dg cover body yg akan digunakan.
9. Pemasangan coverbody set, tangki & sadel adlah langkah selanjutnya.
10. Yg terakhir tinggal finishing. 


SUMBER : http://www.satria-cuztomized.blogspot.com/